Sunday, March 17, 2019

Panduan Wisata Kepulauan Maluku dan Sekitarnya

Mengenal Kepulauan Maluku
Kepulauan Maluku, juga dikenal sebagai Maluku atau Kepulauan Rempah-Rempah, adalah wilayah Indonesia yang terletak di antara Pulau Sulawesi dan Papua. Wilayah ini sebagian besar sangat terpencil bagi wisatawan.

Sunset di ternate dan Tidore (Thiobedda)
Kepulauan Maluku memiliki lebih dari 1000 pulau terbentang di hamparan lautan luas, duduk mengangkang di salah satu cincin api vulkanik paling aktif di dunia. Kepulauan ini diberkati dengan pantai tropis indah, taman laut yang luar biasa menawan dan pegunungan vulkanik berbatu.

Sejarah Singkat
Di masa penjajahan Belanda, Maluku dikenal sebagai Kepulauan Rempah-rempah dan satu-satunya tempat di dunia di mana pala, cengkeh, dan beberapa rempah-rempah berharga lainnya ditanam.

Karena itu, kepulauan ini telah menarik pedagang India, Cina, Arab dan akhirnya Eropa untuk  datang mencari cengkeh dan pala. Pada 1511, Portugis membangun benteng pertama mereka di daerah di Pulau Ternate, dan memojokkan perdagangan cengkeh.

Belanda, yang tiba pada tahun 1599, melakukan ancaman serius pertama terhadap kontrol Portugis terhadap harta Maluku. Konflik bersenjata pecah, mengambil korban besar dari populasi pulau serta kekuatan bangsa Eropa saingan. Ketika Belanda akhirnya muncul sebagai pemenang, mereka pun menegakkan monopoli perdagangan dengan teknik tangan besi. Seluruh desa rata dengan tanah dan ribuan penduduk pulau tewas, terutama di Pulau Banda.

Inggris secara singkat menduduki Maluku selama Perang Napoleon, tetapi pemerintahan Belanda dipulihkan pada tahun 1814 dan baru pada tahun 1863 penanaman rempah-rempah wajib dihapuskan di provinsi tersebut. Sekarang ikan dan hasil laut lainnya adalah sumber utama pendapatan Maluku, tetapi nikel, minyak, mangan, dan berbagai jenis kayu juga berkontribusi terhadap kekayaan provinsi ini.

Gerbang utama untuk pergi ke Maluku adalah melalui ibukota provinsi, Ambon. Hal tersebut karena kota tersebut telah dilayani oleh penerbangan reguler ke sebagian besar wilayah nusantara. Transportasi udara dan laut menghubungkan pulau-pulau dengan 79 pelabuhan laut dan 25 bandara. Jalan-jalan di banyak pulau menyediakan akses ke tempat-tempat menarik yang lebih terpencil.

Bahasa
Bahasa yang digunakan di kepulauan ini sangat banyak dan bervariasi. Di Provinsi Maluku Utara, bahasa Melayu Ternate cukup banyak dituturkan. Sementara di Provinsi Maluku, bahasa Ambon cukup familiar disana. Bahasa Indonesia sendiri kerap dipakai saat situasi formal dalam kegiatan publik yang resmi, terutama di kantor pemerintahan, sekolah, bandara dan sebagainya.

Daerah
Secara administratif, Kepulauan Maluku dibagi menjadi dua provinsi, Maluku Utara dan Maluku.

Provinsi Maluku Utara
  • Sofifi - Ibukota Provinsi Maluku Utara
  • Ternate - Pulau kecil yang pernah didiami kerajaan yang menguasai rempah-rempah, sempat menjadi ibukota sementara dari provinsi Maluku Utara.
  • Tidore - Pulau di selatan Ternate.
  • Halmahera - Pulau terbesar di Maluku Utara, namun berpenduduk jarang
  • Kepulauan Sula
Provinsi Maluku
  • Ambon - Pulau indah sekaligus ibukota provinsi Maluku.
  • Kepulauan Aru - kelompok pulau terpencil di provinsi ini dan jalur yang sangat terpencil.
  • Kepulauan Babar
  • Kepulauan Banda
  • Buru - Koloni penjara tempat penulis Pramoedya Ananta Toer dipenjara
  • Kepulauan Damer
  • Kepulauan Gorong
  • Haruku
  • Kepulauan Kei
  • Kepulauan Leti
  • Morotai
  • Kepulauan Obi
  • Saparua
  • Seram
  • Kepulauan Sermata
  • Kepulauan Tanimbar
  • Kepulauan Watubela
  • Wetar
Kota-Kota
  • Ternate
  • Ambon
  • Masohi
  • Tobelo
Mengunjungi
Dengan Pesawat
Ada penerbangan harian ke Ambon dan juga Ternate dari Jakarta.

Dengan Kapal Laut
Ada juga Pelabuhan Pelni di Ternate dan Ambon. Untuk lebih lengkapnya Anda bisa membaca artikel Provinsi tujuan agar lebih spesifik.

Mengelilingi
...

Makan
Masakan kepulauan Maluku kaya akan makanan laut, misalnya:
  • Papeda kuah ikan - Makanan pokok Maluku adalah Papeda, biasanya dimakan dengan sup kuning yang terbuat dari tuna, kakap merah atau ikan lain yang dibumbui dengan kunyit, jeruk nipis, dan rempah-rempah lainnya.
  • Sagu
  • Blager sageru
  • Kasbi
  • Colo-colo
Tetap aman 
Maluku pernah mengalami kerusuhan antara tahun 1999-2004, tetapi perdamaian sekarang telah kembali dan orang-orang melanjutkan kehidupan mereka. Namun kini seluruh wilayah telah sepenuhnya aman untuk dikunjungi.

Keluar
Disqus Comments